Selasa, 09 Oktober 2012

Diposting oleh nia aryani ♡ di 20.17

Konsep Dasar Installasi Linux

Mungkin banyak teman-teman yang bingung saat pertama kali menginstall Linux, terutama bagi yang terbiasa bermain-main dengan OS Windows, kalo di windows untuk installasinya kita langsung memilih drive yang akan kita jadikan sebagai drive system alias drive yang nantinya dihuni oleh system windows kita.
Di Linux, sistem penamaan drive sangat berbeda bila dibandingkan dengan Windows, kalo di windows kita mengenal letter atau huruf (A,B,C,D) dst (bagaimana ya jika kita punya lebih dari 26partisi :D?), kalo di Linux yang ada adalah mount point, artinya setiap partisi hardisk akan dikenali sbagai sebuah file yang berada di directory /dev misalnya : /dev/sda1, /dev/sda2 dst. dan agar file-file tersebut bisa terlihat isinya maka file-file tersebut harus di mount ke suatu folder, misalnya file /dev/sda1 di mount ke /media/Data1, maka isi dari partisi hardisk dari /dev/sda1 akan terlihat di folder /media/Data1.
Hal ini berlaku juga di saat installasi Linux, dalam menginstall Linux, anda tidak bisa memperlakukan seperti di Windows, anda tidak bisa meilih partisi hardisk kemudian menekan tombol next begitu saja, tapi anda harus menentukan mount point dari setiap partisi. Contoh :
Saya memiliki sebuah hardisk baru, kemudian akan saya install Linux, karena hardik saya baru, maka belum ada partisi didalamnya. Linux akan membaca hardisk saya satu file saja yakni /dev/sda
Kemudian saya mulai membuat partisi, di Linux untuk keperluan Desktop (bukan untuk server) partisi yang baik itu ada 3  partisi saja, yakni :
  1. /dev/sda1
  2. /dev/sda2
  3. /dev/sda3
Untuk /dev/sda1 saya mount ke / yang digunakan sebagai system Linux kita, besar partisi untuk system idealnya 5 GB bisa juga lebih tergantung kebutuhan anda, /dev/sda2 digunakan sebagai swap atau virtual memory, besar virtual memory idealnya 2 kali dari RAM, dan sisanya, /dev/sda3 dimount ke /home yang nantinya digunakan sebagai data. Jangan pernah memisahkan partisi berdasarkan type data, misalnya pertisi untuk musik, data, gambar dll secara sendiri-sendiri, karena jika suatu saat partisi untuk musik penuh maka sebagian musik pasti akan masuk ke partisi data, benar kan? :D Tapi jika anda menjadikan antara musik, gambar, film, ketikan dll dalam satu partisi (hanya dipisah folder) makan ukuran ruang akan menyesuaikan secara otomatis :D
Setelah partisi oke, tinggal tekan tombol next di live CD anda
Semoga bermanfaat…

0 komentar on " "

Posting Komentar

sembilan E .

sembilan E .
lucu" :)

heuheu .

heuheu .

mama sma adik nia :)

mama sma adik nia :)
sayang mereka

hehehe .

hehehe .

Selasa, 09 Oktober 2012

Konsep Dasar Installasi Linux

Mungkin banyak teman-teman yang bingung saat pertama kali menginstall Linux, terutama bagi yang terbiasa bermain-main dengan OS Windows, kalo di windows untuk installasinya kita langsung memilih drive yang akan kita jadikan sebagai drive system alias drive yang nantinya dihuni oleh system windows kita.
Di Linux, sistem penamaan drive sangat berbeda bila dibandingkan dengan Windows, kalo di windows kita mengenal letter atau huruf (A,B,C,D) dst (bagaimana ya jika kita punya lebih dari 26partisi :D?), kalo di Linux yang ada adalah mount point, artinya setiap partisi hardisk akan dikenali sbagai sebuah file yang berada di directory /dev misalnya : /dev/sda1, /dev/sda2 dst. dan agar file-file tersebut bisa terlihat isinya maka file-file tersebut harus di mount ke suatu folder, misalnya file /dev/sda1 di mount ke /media/Data1, maka isi dari partisi hardisk dari /dev/sda1 akan terlihat di folder /media/Data1.
Hal ini berlaku juga di saat installasi Linux, dalam menginstall Linux, anda tidak bisa memperlakukan seperti di Windows, anda tidak bisa meilih partisi hardisk kemudian menekan tombol next begitu saja, tapi anda harus menentukan mount point dari setiap partisi. Contoh :
Saya memiliki sebuah hardisk baru, kemudian akan saya install Linux, karena hardik saya baru, maka belum ada partisi didalamnya. Linux akan membaca hardisk saya satu file saja yakni /dev/sda
Kemudian saya mulai membuat partisi, di Linux untuk keperluan Desktop (bukan untuk server) partisi yang baik itu ada 3  partisi saja, yakni :
  1. /dev/sda1
  2. /dev/sda2
  3. /dev/sda3
Untuk /dev/sda1 saya mount ke / yang digunakan sebagai system Linux kita, besar partisi untuk system idealnya 5 GB bisa juga lebih tergantung kebutuhan anda, /dev/sda2 digunakan sebagai swap atau virtual memory, besar virtual memory idealnya 2 kali dari RAM, dan sisanya, /dev/sda3 dimount ke /home yang nantinya digunakan sebagai data. Jangan pernah memisahkan partisi berdasarkan type data, misalnya pertisi untuk musik, data, gambar dll secara sendiri-sendiri, karena jika suatu saat partisi untuk musik penuh maka sebagian musik pasti akan masuk ke partisi data, benar kan? :D Tapi jika anda menjadikan antara musik, gambar, film, ketikan dll dalam satu partisi (hanya dipisah folder) makan ukuran ruang akan menyesuaikan secara otomatis :D
Setelah partisi oke, tinggal tekan tombol next di live CD anda
Semoga bermanfaat…

0 komentar:

Posting Komentar

 

nia aryani ♡ Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez